Suarakuonline.com – Belanja makanan kemasan di supermarket atau minimarket memang praktis. Tinggal ambil produk, masukkan ke keranjang, bayar, lalu bisa langsung dinikmati. Namun, pernahkah Anda berhenti sebentar untuk melihat bagian belakang kemasan dan membaca informasi nilai gizinya?
Bagi sebagian orang, tabel nutrisi pada kemasan terlihat cukup membingungkan. Ada angka energi, protein, lemak, karbohidrat, gula, natrium, persentase AKG, sampai jumlah sajian. Padahal, informasi tersebut sebenarnya bisa membantu kita memilih makanan dengan lebih bijak.
Karena itu, memahami cara membaca label gizi pada makanan kemasan tidak harus menjadi sesuatu yang rumit. Dengan mengetahui bagian mana yang perlu diperhatikan terlebih dahulu, Anda bisa melakukan pemeriksaan sederhana hanya dalam beberapa detik sebelum memasukkan produk ke keranjang.
Artikel ini akan membahas langkah demi langkah membaca label gizi, mulai dari memahami takaran saji, energi, gula, lemak, natrium, protein, hingga daftar bahan. Yuk, bahas dengan cara yang simpel. 
Apa Itu Label Gizi?
Label gizi adalah informasi pada kemasan yang menjelaskan kandungan zat gizi dalam suatu produk makanan atau minuman. Informasi ini membantu konsumen mengetahui berapa banyak energi dan zat gizi yang diperoleh dari makanan tersebut.
Di Indonesia, informasi nilai gizi pada produk pangan olahan umumnya dapat ditemukan pada bagian belakang atau samping kemasan. Formatnya bisa berbeda-beda tergantung produk, tetapi beberapa informasi utama biasanya tetap dicantumkan.
- Takaran saji.
- Jumlah sajian per kemasan.
- Energi total.
- Lemak total.
- Protein.
- Karbohidrat total.
- Gula.
- Natrium.
- Persentase Angka Kecukupan Gizi atau AKG.
Dengan memahami informasi tersebut, kita tidak harus menebak-nebak apakah suatu produk mengandung banyak gula, garam, lemak, atau zat gizi lainnya.
Mulai dari Takaran Saji
Kesalahan yang cukup sering terjadi ketika membaca label gizi adalah langsung melihat angka kalori atau gula tanpa memperhatikan takaran saji.
Misalnya, sebuah makanan kemasan memiliki keterangan satu sajian sebanyak 30 gram dan satu kemasan berisi tiga sajian. Jika Anda menghabiskan seluruh kemasan, berarti jumlah yang dikonsumsi adalah tiga kali lipat dari angka yang tercantum untuk satu sajian.
Jadi, sebelum melihat angka lainnya, biasakan mencari informasi “takaran saji” dan “jumlah sajian per kemasan”.
Kenapa Jumlah Sajian Per Kemasan Penting?
Bayangkan sebuah keripik memiliki informasi energi 150 kkal per sajian. Di kemasan tertulis terdapat empat sajian. Kalau Anda menghabiskan semuanya, energi yang dikonsumsi bukan 150 kkal, tetapi sekitar 600 kkal.
Hal seperti ini cukup mudah terjadi karena ukuran kemasan terlihat seperti satu porsi, padahal menurut informasi nilai gizinya terdiri dari beberapa sajian.
Karena itu, membaca label gizi harus selalu dimulai dari takaran saji. Angka-angka setelahnya baru bisa dipahami dengan benar jika Anda mengetahui berapa banyak produk yang sebenarnya dikonsumsi.
Perhatikan Informasi Energi
Energi biasanya ditulis dalam satuan kilokalori atau kkal. Informasi ini menunjukkan jumlah energi yang tersedia dari satu sajian makanan atau minuman.
Angka energi bisa membantu Anda memperkirakan kontribusi suatu makanan terhadap kebutuhan energi harian. Namun, jangan langsung menganggap makanan dengan kalori lebih rendah selalu lebih baik.
Makanan dengan energi lebih tinggi bisa saja mengandung protein, serat, vitamin, mineral, atau zat gizi lain yang bermanfaat. Sebaliknya, produk rendah kalori belum tentu memiliki komposisi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jadi, gunakan informasi energi sebagai salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya penentu.
Cek Kandungan Gula
Gula menjadi salah satu informasi yang cukup penting, terutama jika Anda sedang berusaha mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Saat membaca label gizi, perhatikan jumlah gula per sajian dan bandingkan dengan jumlah produk yang benar-benar akan dikonsumsi. Jika Anda memakan dua sajian, jumlah gula yang masuk juga menjadi dua kali lipat dari angka per sajian.
Selain melihat tabel nilai gizi, periksa juga daftar bahan. Produk dengan rasa manis dapat menggunakan berbagai sumber gula atau bahan pemanis yang tercantum dengan nama berbeda.
Jangan Lupa Memeriksa Lemak
Lemak merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Jadi, bukan berarti semua makanan yang mengandung lemak harus dihindari.
Yang penting adalah memperhatikan jumlah dan jenis lemak dalam pola makan secara keseluruhan. Pada label gizi, Anda biasanya dapat menemukan informasi mengenai lemak total dan, pada produk tertentu, rincian jenis lemak.
Jika Anda sedang membandingkan beberapa produk sejenis, informasi tersebut bisa digunakan untuk melihat perbedaan komposisi antarproduk.
Perhatikan Lemak Jenuh
Selain lemak total, beberapa label juga mencantumkan lemak jenuh. Informasi ini berguna karena terlalu banyak konsumsi lemak jenuh dalam pola makan dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk kesehatan jantung.
Jika Anda sering membeli makanan ringan, biskuit, makanan siap santap, atau produk olahan lainnya, membandingkan kandungan lemak jenuh dapat membantu memilih produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Periksa Karbohidrat Total
Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Pada label gizi, karbohidrat total biasanya menjadi salah satu informasi utama.
Namun, jangan melihat karbohidrat secara terpisah. Perhatikan juga komponen lain seperti gula dan serat jika informasi tersebut tersedia. Dua produk dengan jumlah karbohidrat total yang sama belum tentu memiliki komposisi yang sama.
Karena itu, memahami keseluruhan tabel akan memberikan gambaran yang lebih baik daripada hanya fokus pada satu angka.
Perhatikan Serat Pangan
Serat merupakan bagian penting dari pola makan sehari-hari. Jika label mencantumkan serat pangan, informasi tersebut dapat digunakan untuk membandingkan produk yang sejenis.
Misalnya, ketika memilih sereal atau makanan berbahan biji-bijian, Anda dapat melihat kandungan serat sekaligus memeriksa jumlah gula. Dengan begitu, pilihan tidak hanya berdasarkan rasa atau klaim pada bagian depan kemasan.
Jangan Mengabaikan Protein
Protein berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh. Karena itu, kandungan protein juga dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih makanan kemasan.
Namun, kebutuhan protein setiap orang berbeda. Jangan langsung menyimpulkan bahwa produk dengan protein paling tinggi selalu menjadi pilihan terbaik. Lihat juga kandungan energi, gula, lemak, natrium, serta komposisi makanan secara keseluruhan.
Cek Kandungan Natrium
Natrium sering menjadi perhatian pada makanan olahan karena dapat berasal dari garam maupun bahan lain yang mengandung natrium.
Produk seperti mi instan, makanan ringan gurih, makanan kaleng, saus, makanan beku, dan berbagai makanan olahan dapat memiliki kandungan natrium yang cukup beragam.
Jika Anda ingin mengurangi asupan garam atau memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan pembatasan natrium, informasi pada label dapat menjadi alat bantu yang sangat berguna.
Pahami Persentase AKG
Pada beberapa label, Anda akan menemukan persentase AKG. Informasi ini memberikan gambaran kontribusi zat gizi dari satu sajian terhadap kebutuhan harian berdasarkan acuan yang digunakan pada label.
Persentase tersebut dapat membantu ketika membandingkan produk. Misalnya, jika suatu produk memiliki persentase AKG natrium yang cukup tinggi, Anda dapat mempertimbangkan kembali jumlah yang akan dikonsumsi, terutama jika makanan lain dalam hari yang sama juga mengandung banyak natrium.
Perlu diingat, kebutuhan gizi setiap orang tidak selalu sama. Anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, atlet, dan orang dengan kondisi medis tertentu dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.
Jangan Hanya Percaya Tulisan di Bagian Depan Kemasan
Bagian depan kemasan biasanya dibuat semenarik mungkin. Anda mungkin menemukan tulisan seperti “rendah lemak”, “tinggi serat”, “mengandung vitamin”, atau klaim lainnya.
Klaim tersebut tidak selalu berarti produk secara keseluruhan paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Karena itu, biasakan melihat tabel nilai gizi dan daftar bahan sebelum mengambil keputusan.
Bagian depan kemasan bisa menjadi informasi awal, sedangkan bagian belakang memberikan informasi yang lebih detail.
Baca Daftar Bahan
Selain tabel nilai gizi, daftar bahan atau komposisi juga sangat menarik untuk diperhatikan. Daftar ini menunjukkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk.
Urutan bahan dapat membantu memberikan gambaran mengenai bahan yang digunakan dalam produk. Jika Anda memiliki alergi makanan atau harus menghindari bahan tertentu, bagian ini menjadi sangat penting.
Contohnya, seseorang yang memiliki alergi terhadap bahan tertentu perlu memeriksa komposisi dan informasi alergen sebelum mengonsumsi produk.
Perhatikan Ukuran Kemasan
Kemasan yang terlihat kecil belum tentu hanya mengandung satu sajian. Sebaliknya, satu produk yang terlihat besar juga belum tentu harus dihabiskan sekaligus.
Biasakan membandingkan ukuran kemasan dengan takaran saji. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menghindari salah perhitungan ketika memperkirakan asupan energi, gula, natrium, atau zat gizi lainnya.
Contoh Sederhana Membaca Label Gizi
Misalnya, sebuah produk biskuit mencantumkan informasi berikut untuk satu sajian:
| Informasi | Per Sajian | Yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|
| Energi | 150 kkal | Bandingkan dengan jumlah sajian yang dimakan |
| Lemak | 7 g | Perhatikan jumlah dan jenis lemak |
| Karbohidrat | 20 g | Lihat juga gula dan serat |
| Gula | 8 g | Kalikan jika mengonsumsi lebih dari satu sajian |
| Protein | 3 g | Pertimbangkan sebagai bagian dari pola makan keseluruhan |
| Natrium | 120 mg | Perhatikan jika membatasi asupan natrium |
Jika seseorang mengonsumsi dua sajian, maka angka energi, gula, lemak, protein, dan natrium yang dikonsumsi juga menjadi dua kali lipat. Inilah alasan mengapa takaran saji menjadi bagian yang sangat penting dalam membaca label gizi.
Cara Membaca Label Gizi dengan Cepat Saat Belanja
Tidak punya banyak waktu ketika berbelanja? Tidak masalah. Anda bisa menggunakan metode sederhana dengan beberapa langkah berikut.
- Langkah pertama: cari takaran saji dan jumlah sajian per kemasan.
- Langkah kedua: lihat energi per sajian.
- Langkah ketiga: periksa gula, terutama pada produk yang rasanya manis.
- Langkah keempat: periksa natrium pada makanan gurih atau olahan.
- Langkah kelima: bandingkan lemak dan protein jika sedang memilih beberapa produk sejenis.
- Langkah keenam: lihat daftar bahan jika memiliki alergi atau sedang menghindari bahan tertentu.
Dengan sering berlatih, proses tersebut bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat.
Bandingkan Produk yang Sejenis
Salah satu manfaat terbesar dari membaca label gizi adalah Anda bisa membandingkan beberapa produk yang memiliki fungsi serupa.
Misalnya, Anda ingin membeli sereal. Jangan hanya mengambil produk dengan kemasan paling menarik. Bandingkan beberapa merek berdasarkan takaran saji, gula, serat, protein, energi, dan komposisinya.
Dengan cara ini, keputusan belanja menjadi lebih berdasarkan informasi daripada sekadar iklan atau desain kemasan.
Tips Agar Kebiasaan Membaca Label Gizi Tidak Terasa Ribet
Awalnya mungkin terasa merepotkan karena harus membaca banyak angka. Namun, Anda tidak perlu menghafal semuanya. Fokus saja pada informasi yang paling relevan dengan kebutuhan Anda.
Misalnya, jika tujuan Anda mengurangi konsumsi gula, prioritaskan takaran saji dan kandungan gula. Jika Anda perlu membatasi natrium, fokuskan perhatian pada bagian natrium. Jika memiliki alergi, jangan lewatkan daftar bahan dan informasi alergennya.
Semakin sering dilakukan, Anda akan semakin cepat mengenali informasi penting pada kemasan.
Kapan Perlu Lebih Teliti Membaca Label?
Ada beberapa kondisi ketika membaca label gizi sebaiknya menjadi kebiasaan yang lebih serius. Misalnya, ketika Anda sedang mengatur pola makan, memiliki alergi makanan, perlu mengurangi konsumsi gula atau natrium, atau sedang mengikuti anjuran diet dari tenaga kesehatan.
Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu dan harus mengikuti pembatasan zat gizi tertentu, gunakan label sebagai alat bantu dan tetap ikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi.
Pentingnya Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan
Cara membaca label gizi pada makanan kemasan sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Anda tidak perlu menjadi ahli nutrisi untuk memahami informasi dasar pada kemasan.
Mulailah dengan melihat takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Setelah itu, periksa energi, gula, lemak, karbohidrat, protein, natrium, serta serat jika tersedia. Jangan lupa melihat daftar bahan, terutama jika memiliki alergi atau sedang menghindari bahan tertentu.
Yang paling penting, jangan hanya terpaku pada satu angka atau klaim di bagian depan kemasan. Lihat keseluruhan informasi dan bandingkan produk yang sejenis. Dengan kebiasaan sederhana ini, Anda bisa membuat keputusan belanja yang lebih sadar dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pola makan sehari-hari.
FAQ Seputar Membaca Label Gizi
Apa bagian pertama yang harus dilihat pada label gizi?
Mulailah dari takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Dua informasi ini penting karena semua angka gizi pada tabel biasanya berkaitan dengan jumlah sajian yang tercantum.
Apakah kalori paling penting dalam label gizi?
Kalori memang penting, tetapi bukan satu-satunya informasi yang perlu diperhatikan. Gula, lemak, protein, karbohidrat, natrium, serat, dan daftar bahan juga dapat memberikan informasi penting tentang suatu produk.
Apakah makanan rendah kalori pasti lebih sehat?
Tidak selalu. Kualitas makanan tidak dapat ditentukan hanya dari jumlah kalorinya. Lihat keseluruhan komposisi dan sesuaikan dengan kebutuhan serta pola makan Anda.
Mengapa takaran saji penting?
Karena angka energi dan zat gizi pada label umumnya ditampilkan berdasarkan takaran saji. Jika Anda mengonsumsi lebih dari satu sajian, jumlah zat gizi yang dikonsumsi juga ikut bertambah.
Apakah daftar bahan juga perlu dibaca?
Ya, terutama jika Anda memiliki alergi, intoleransi, atau sedang menghindari bahan tertentu. Daftar bahan dapat membantu Anda mengetahui komposisi produk secara lebih lengkap.




