BeritaGadgetTeknologi

Galaxy A Jadi Seri HP Terlaris Dunia, Ini Perbandingannya dengan iPhone dan Redmi

11
Galaxy A Jadi Seri HP Terlaris Dunia,

Suarakuonline.com, Jakarta – Samsung Galaxy A Series menjadi keluarga smartphone dengan penjualan tertinggi di dunia pada kuartal II 2026. Lini ponsel kelas menengah Samsung tersebut mencatat pangsa penjualan global lebih tinggi dibandingkan sejumlah keluarga smartphone flagship, termasuk iPhone 17 Series dan Galaxy S Series.

Data tersebut berdasarkan laporan firma riset Smart Analytics Global (SAG) yang mencatat perkembangan pasar smartphone global sepanjang April hingga Juni 2026. Dalam periode tersebut, Galaxy A Series menguasai sekitar 18 persen dari total penjualan smartphone dunia.

Pencapaian Galaxy A juga menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penjualan keluarga smartphone tersebut meningkat sekitar 11 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Dengan capaian tersebut, Galaxy A Series menempati posisi teratas dalam daftar keluarga smartphone dengan volume penjualan terbesar di dunia pada kuartal II 2026.

Galaxy A Ditopang Ponsel Kelas Entry-level

Kontribusi terbesar terhadap performa Galaxy A Series berasal dari dua model yang berada di segmen entry-level, yakni Samsung Galaxy A17 5G dan Galaxy A16 4G.

Kedua perangkat tersebut menjadi salah satu sumber volume penjualan utama bagi Samsung di pasar global. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap smartphone dengan harga lebih terjangkau masih menjadi bagian penting dari strategi Samsung dalam mempertahankan volume penjualan.

Menariknya, pencapaian tersebut terjadi ketika pasar smartphone premium juga tengah mengalami pertumbuhan. Artinya, tingginya permintaan terhadap perangkat flagship tidak serta-merta membuat keluarga smartphone kelas menengah kehilangan posisi di pasar global.

Galaxy A justru mampu mencatat volume penjualan yang lebih besar ketika seluruh model dalam satu keluarga smartphone dibandingkan dengan keluarga produk lain secara terpisah.

iPhone 17 Tumbuh 24 Persen

Di sisi lain, keluarga iPhone 17 yang menjadi salah satu pesaing utama Samsung tetap mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat. Berdasarkan laporan SAG, empat model dalam keluarga iPhone 17 mengalami peningkatan penjualan sekitar 24 persen dibandingkan keluarga iPhone 16 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga terlihat pada keluarga iPhone 16. Penjualannya meningkat sekitar 22 persen dibandingkan generasi sebelumnya pada periode yang sama.

SAG menggambarkan permintaan terhadap dua generasi iPhone tersebut sebagai sangat kuat. Salah satu model yang mencatat performa menonjol adalah iPhone 17 Pro Max, terutama di pasar Amerika Serikat dan China.

Sementara itu, iPhone 17e yang dipasarkan dengan harga lebih rendah juga mencatat awal penjualan yang baik di Jepang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan Apple tidak hanya datang dari model flagship dengan harga tinggi, tetapi juga dari perangkat yang menyasar konsumen dengan pilihan harga lebih rendah.

Jika penjualan iPhone 17 Series dan iPhone 16 Series digabungkan, totalnya secara keseluruhan sebenarnya berpotensi melampaui volume penjualan Galaxy A Series. Namun, perbandingan tersebut tidak sepenuhnya setara karena melibatkan dua generasi iPhone sekaligus.

Dalam perhitungan SAG, masing-masing keluarga smartphone dihitung sebagai lini tersendiri. Karena itu, Galaxy A Series dibandingkan sebagai satu keluarga, sedangkan keluarga iPhone 17 dan iPhone 16 dicatat secara terpisah.

Galaxy S Series Hanya Menyumbang 4 Persen

Kondisi berbeda terlihat pada lini flagship Samsung, yakni Galaxy S Series. Seri ini sempat mendapatkan momentum setelah Samsung memperkenalkan Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra pada Maret 2026.

Namun, momentum tersebut tidak sepenuhnya bertahan pada periode April hingga Juni. Pada kuartal II 2026, Galaxy S Series hanya menyumbang sekitar 4 persen dari total penjualan smartphone global.

Angka tersebut mencakup berbagai model dalam keluarga Galaxy S dan bukan hanya Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, serta Galaxy S26 Ultra.

Secara tahunan, penjualan Galaxy S Series juga mengalami penurunan sekitar 18 persen dibandingkan kuartal II 2025. Dengan demikian, kontribusi Galaxy A menjadi semakin penting bagi Samsung dalam mempertahankan volume pengiriman dan pangsa pasarnya di tengah dinamika pasar smartphone global.

Menurut Linda Sui, Pendiri sekaligus Kepala Analis Smart Analytics Global, Samsung mampu mempertahankan volume pengiriman dan pangsa pasar melalui Galaxy A Series, meskipun strategi tersebut disebut dilakukan dengan mengorbankan sebagian profitabilitas.

Di sisi lain, Apple masih mendapatkan keuntungan dari permintaan konsumen terhadap smartphone premium.

Persaingan Bisa Berubah pada Paruh Kedua 2026

Linda Sui menilai dinamika pasar smartphone masih dapat berubah pada paruh kedua 2026. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi persaingan adalah kehadiran generasi baru iPhone, terutama iPhone 18 Pro Series.

Menurut analisis SAG, harga iPhone 16 dan iPhone 17 Series yang lebih tinggi berpotensi memberikan tekanan terhadap permintaan, terutama di negara-negara berkembang. Sementara itu, iPhone 18 Pro Series juga akan menghadapi perbandingan langsung dengan generasi sebelumnya.

Perkembangan tersebut membuat persaingan antara produsen smartphone premium dan kelas menengah tetap terbuka hingga akhir 2026. Samsung sendiri memiliki sejumlah keluarga produk yang menyasar segmen berbeda, sehingga performa Galaxy A tidak dapat disamakan secara langsung dengan kinerja seluruh lini smartphone Samsung.

Redmi Berada di Posisi Ketiga

Di luar Samsung dan Apple, keluarga Redmi dari Xiaomi tetap menjadi salah satu lini smartphone dengan volume penjualan terbesar di dunia. Redmi Series menempati posisi ketiga dengan pangsa sekitar 7 persen pada kuartal II 2026.

Meski demikian, performa Redmi mengalami tekanan. Pengiriman keluarga tersebut turun sekitar 17 persen secara tahunan.

Beberapa model yang disebut menjadi penyumbang volume pengiriman terbesar Redmi antara lain Redmi 13C, Redmi K90 Max, Redmi 12C, dan Redmi Turbo 4.

Kinerja tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi produsen smartphone Android di segmen harga terjangkau. Kenaikan harga memori dan berbagai komponen lainnya membuat produsen harus menghadapi pilihan sulit antara mempertahankan harga jual yang kompetitif dan menjaga margin keuntungan.

Tekanan serupa juga terlihat pada sejumlah keluarga smartphone Android lainnya di luar lima besar. Lini yang menyasar konsumen sensitif terhadap harga menjadi kelompok yang cukup rentan ketika biaya produksi meningkat.

Vivo, Oppo, Honor, dan Motorola Mengalami Penurunan

Menurut data SAG, Vivo Y Series dan Oppo A Series masing-masing mengalami penurunan penjualan sekitar 18 persen secara tahunan.

Honor X Series juga mencatat penurunan yang lebih besar, yakni sekitar 24 persen. Sementara itu, Xiaomi Poco mengalami penurunan sekitar 40 persen dan Lenovo-Motorola G Series turun sekitar 35 persen.

SAG menilai lini-lini tersebut memiliki eksposur yang lebih besar terhadap konsumen yang sensitif terhadap perubahan harga. Ketika biaya komponen meningkat dan harga jual di tingkat konsumen ikut terdorong naik, permintaan terhadap perangkat di segmen tersebut dapat lebih mudah terpengaruh.

Kondisi itu sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar smartphone global tidak berlangsung secara merata di seluruh segmen. Smartphone premium masih mendapatkan permintaan yang kuat, sedangkan sejumlah perangkat kelas menengah dan bawah menghadapi tekanan dari kenaikan biaya komponen.

Huawei Jadi Salah Satu Pengecualian

Huawei menjadi salah satu pengecualian dalam tren penurunan tersebut. Huawei Nova Series justru mencatat pertumbuhan sekitar 19 persen secara tahunan pada kuartal II 2026.

Dibandingkan kuartal sebelumnya atau quarter-on-quarter (QoQ), pertumbuhan Huawei Nova Series bahkan mencapai sekitar 36 persen. Sejumlah model seperti Huawei Nova 16, Nova 15, dan Nova 15 Pro disebut menjadi bagian dari produk yang mendukung pertumbuhan tersebut.

Selain Nova Series, Huawei Changxiang Series yang dikenal sebagai Huawei Enjoy untuk pasar global juga mencatat peningkatan signifikan. Pengiriman keluarga tersebut tumbuh sekitar 94 persen secara tahunan.

Beberapa perangkat yang menjadi pendukung pertumbuhan tersebut antara lain Changxiang 90 Pro Max dan Changxiang 90 Plus.

Secara keseluruhan, data SAG menunjukkan bahwa pasar smartphone global pada kuartal II 2026 memiliki pola yang cukup beragam. Galaxy A Series berhasil menjadi keluarga smartphone dengan penjualan tertinggi melalui kontribusi perangkat kelas entry-level, sementara Apple mencatat pertumbuhan kuat melalui iPhone 17 dan iPhone 16.

Di sisi lain, Galaxy S Series mengalami penurunan tahunan, sedangkan sejumlah lini Android kelas menengah dan bawah menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya komponen. Huawei menjadi salah satu pemain yang mencatat pertumbuhan di tengah kondisi tersebut, terutama melalui Nova dan Changxiang Series.(*)

Exit mobile version