EkonomiKeuangan

Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan untuk Pemula dengan Mudah

9
Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

Suarakuonline.com – Bagi orang yang baru mulai belajar investasi saham, istilah laporan keuangan mungkin terdengar cukup rumit. Ada neraca, laporan laba rugi, arus kas, ekuitas, aset, liabilitas, dan berbagai angka lainnya. Melihat banyaknya angka tersebut, wajar jika pemula merasa bingung harus mulai membaca dari mana.

Padahal, memahami laporan keuangan tidak harus langsung menjadi ahli akuntansi. Anda bisa memulainya secara perlahan dengan memahami fungsi setiap bagian dan mengetahui angka mana yang perlu diperhatikan. Bahkan, kemampuan dasar membaca laporan keuangan bisa membantu Anda memahami bagaimana kondisi sebuah perusahaan secara lebih objektif.

Artikel ini akan membahas cara membaca laporan keuangan perusahaan untuk pemula dengan bahasa sederhana. Jadi, Anda tidak perlu khawatir kalau sebelumnya belum pernah belajar akuntansi.

Apa Itu Laporan Keuangan?

Secara sederhana, laporan keuangan adalah kumpulan informasi yang menggambarkan kondisi dan kinerja keuangan sebuah perusahaan dalam periode tertentu. Informasi ini dapat membantu pemilik bisnis, investor, kreditur, manajemen, dan pihak lain dalam memahami kondisi perusahaan.

Dari laporan tersebut, kita bisa mendapatkan gambaran mengenai berapa banyak aset yang dimiliki perusahaan, berapa utangnya, berapa pendapatannya, apakah menghasilkan laba, serta bagaimana uang mengalir masuk dan keluar dari perusahaan.

Bagi calon investor, informasi tersebut bisa menjadi salah satu bahan untuk melakukan analisis. Namun, laporan keuangan sebaiknya tidak digunakan sendirian. Kondisi industri, prospek bisnis, manajemen, valuasi, dan berbagai faktor lainnya juga perlu dipertimbangkan.

Kenapa Pemula Perlu Belajar Membaca Laporan Keuangan?

Ketika memilih saham atau mempelajari sebuah perusahaan, jangan hanya melihat harga sahamnya. Harga yang naik atau turun belum tentu langsung memberi tahu bagaimana kondisi bisnis perusahaan.

Dengan membaca laporan keuangan, Anda dapat melihat informasi yang lebih mendasar mengenai bisnis tersebut. Misalnya, apakah pendapatannya tumbuh, apakah perusahaan konsisten menghasilkan laba, apakah utangnya meningkat, dan apakah kegiatan operasionalnya menghasilkan arus kas.

Dengan kata lain, laporan keuangan membantu Anda melihat “isi dapur” perusahaan, bukan hanya harga saham yang terlihat di layar aplikasi investasi.

Kenali Empat Bagian Utama Laporan Keuangan

Untuk mulai belajar, Anda tidak perlu membaca semua halaman laporan tahunan dari awal sampai akhir. Kenali dulu empat laporan utama yang biasanya menjadi perhatian investor.

  • Laporan posisi keuangan atau neraca: menunjukkan aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada suatu tanggal.
  • Laporan laba rugi: menunjukkan pendapatan, beban, dan hasil usaha perusahaan selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas: menunjukkan aliran kas masuk dan keluar dari berbagai aktivitas.
  • Laporan perubahan ekuitas: menunjukkan perubahan nilai ekuitas perusahaan selama periode tertentu.

Untuk pemula, tiga bagian yang biasanya paling mudah dijadikan titik awal adalah neraca, laba rugi, dan arus kas.

Mulai dari Laporan Laba Rugi

Jika Anda baru membuka sebuah laporan keuangan, laporan laba rugi bisa menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dipelajari terlebih dahulu. Dari sini Anda dapat melihat bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan dan apakah kegiatan bisnisnya menghasilkan laba.

Beberapa istilah yang perlu dikenali antara lain pendapatan, beban, laba kotor, laba usaha, dan laba bersih.

Pendapatan

Pendapatan atau revenue menunjukkan nilai penjualan atau pendapatan yang diperoleh perusahaan sesuai dengan dasar pencatatan yang digunakan. Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah perkembangannya dari tahun ke tahun.

Jika pendapatan meningkat, itu bisa menjadi informasi positif mengenai pertumbuhan bisnis, tetapi jangan langsung menyimpulkan bahwa perusahaan semakin sehat. Anda juga perlu melihat apakah kenaikan pendapatan diikuti dengan laba dan arus kas yang memadai.

Laba Kotor

Laba kotor merupakan pendapatan setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau biaya yang berkaitan langsung dengan produk atau jasa yang dijual.

Angka ini bisa membantu memberikan gambaran mengenai seberapa besar keuntungan yang tersisa sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya.

Laba Bersih

Laba bersih adalah salah satu angka yang sering diperhatikan investor karena menggambarkan hasil akhir setelah berbagai pendapatan dan beban yang relevan diperhitungkan.

Namun, jangan hanya melihat apakah laba bersih naik atau turun. Coba bandingkan dengan pendapatan dan lihat trennya selama beberapa periode.

Perhatikan Pertumbuhan Pendapatan dan Laba

Salah satu cara sederhana membaca laporan keuangan adalah membandingkan angka dari beberapa periode. Jangan hanya terpaku pada satu tahun.

Misalnya, perusahaan mencatat pendapatan Rp10 miliar pada tahun pertama, Rp12 miliar pada tahun berikutnya, dan Rp15 miliar pada tahun setelahnya. Secara sederhana, terlihat adanya pertumbuhan pendapatan.

Setelah itu, perhatikan apakah laba juga bergerak dengan pola yang masuk akal. Jika pendapatan naik tetapi laba justru terus turun, Anda perlu mencari tahu apa yang menyebabkan biaya meningkat.

Jangan Lupa Melihat Margin

Margin membantu Anda melihat seberapa besar laba dibandingkan dengan pendapatan. Ada beberapa jenis margin yang dapat digunakan dalam analisis, seperti gross profit margin, operating margin, dan net profit margin.

Sebagai contoh sederhana, jika perusahaan memperoleh pendapatan Rp100 juta dan laba bersih Rp10 juta, maka margin laba bersihnya adalah 10 persen.

Yang menarik bukan hanya angka marginnya, tetapi juga bagaimana margin tersebut berubah dari waktu ke waktu. Margin yang stabil atau berkembang dapat memberikan informasi yang berbeda dibandingkan margin yang terus menurun.

Pelajari Neraca atau Laporan Posisi Keuangan

Setelah memahami laba rugi, langkah berikutnya adalah melihat neraca. Dalam laporan keuangan, bagian ini memberikan gambaran mengenai posisi aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu.

Secara sederhana, hubungan dasarnya dapat digambarkan seperti ini:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Aset adalah sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan. Liabilitas merupakan kewajiban perusahaan. Sementara itu, ekuitas menggambarkan kepentingan residual pemilik setelah liabilitas dikurangkan dari aset.

Aset

Aset dapat berupa kas, piutang, persediaan, properti, mesin, dan berbagai sumber daya lainnya. Sebagai pemula, Anda bisa mulai dengan memperhatikan komposisi aset dan perubahannya dari tahun ke tahun.

Misalnya, jika kas meningkat, itu tentu merupakan informasi yang perlu dicermati. Tetapi tetap perlu dilihat dari mana kas tersebut berasal dan bagaimana perusahaan menggunakannya.

Liabilitas atau Utang

Utang bukan otomatis berarti perusahaan dalam kondisi buruk. Banyak perusahaan menggunakan utang untuk membiayai ekspansi atau kegiatan bisnis.

Yang perlu diperhatikan adalah besarnya utang, kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya, serta bagaimana utang tersebut dibandingkan dengan aset, ekuitas, laba, dan arus kas.

Ekuitas

Ekuitas merupakan bagian yang menjadi kepentingan pemilik setelah kewajiban diperhitungkan. Perubahan ekuitas dapat dipengaruhi oleh laba, rugi, dividen, penerbitan saham, dan transaksi lainnya.

Cek Utang dengan Lebih Teliti

Salah satu kesalahan pemula adalah langsung menganggap perusahaan yang memiliki utang sebagai perusahaan yang tidak sehat. Padahal, interpretasinya tidak sesederhana itu.

Yang lebih penting adalah memahami hubungan antara utang dan kemampuan perusahaan menghasilkan uang. Perusahaan dengan utang cukup besar mungkin tetap mampu mengelolanya dengan baik jika arus kas dan kemampuan pembayaran kewajibannya memadai.

Sebaliknya, perusahaan dengan utang yang relatif lebih kecil juga tetap perlu dianalisis dari sisi profitabilitas dan arus kas.

Jangan Abaikan Laporan Arus Kas

Banyak pemula terlalu fokus pada laba bersih dan melupakan arus kas. Padahal, laporan arus kas memberikan informasi penting mengenai pergerakan kas perusahaan.

Secara umum, arus kas dibagi menjadi tiga kelompok utama:

  • Arus kas operasi: kas yang berkaitan dengan kegiatan operasional utama perusahaan.
  • Arus kas investasi: kas yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan aset dan investasi tertentu.
  • Arus kas pendanaan: kas yang berkaitan dengan aktivitas pendanaan seperti pinjaman, pembayaran utang, penerbitan saham, atau pembagian dividen.

Untuk pemula, arus kas dari aktivitas operasi menjadi salah satu bagian penting untuk diperhatikan karena dapat membantu memberikan gambaran mengenai kas yang dihasilkan dari kegiatan utama bisnis.

Apa Bedanya Laba dan Arus Kas?

Ini merupakan salah satu konsep yang cukup penting dalam memahami laporan keuangan. Laba dan arus kas bukanlah hal yang sama.

Perusahaan bisa mencatat laba secara akuntansi tetapi pada periode tertentu arus kas operasinya tidak menunjukkan kondisi yang sama. Salah satu penyebabnya bisa berkaitan dengan piutang, persediaan, atau pos nonkas lainnya.

Karena itu, jangan hanya bertanya “Berapa labanya?” tetapi juga “Bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan kasnya?”

Bandingkan Beberapa Tahun, Bukan Satu Periode Saja

Membaca satu periode saja sering kali belum cukup untuk memahami kondisi perusahaan. Cobalah melihat data beberapa tahun agar Anda bisa melihat pola.

Perhatikan apakah pendapatan, laba, aset, utang, dan arus kas bergerak secara konsisten atau justru sangat berubah-ubah.

Yang Dilihat Pertanyaan Sederhana Yang Perlu Dicermati
Pendapatan Apakah penjualan berkembang? Tren pertumbuhan beberapa periode
Laba bersih Apakah perusahaan menghasilkan laba? Konsistensi dan perubahan laba
Utang Seberapa besar kewajiban perusahaan? Kemampuan mengelola dan membayar kewajiban
Arus kas operasi Apakah bisnis menghasilkan kas? Tren dan kualitas arus kas
Margin Seberapa besar laba dibanding pendapatan? Stabilitas dan perubahan margin

Gunakan Rasio Keuangan untuk Analisis yang Lebih Mudah

Setelah terbiasa membaca angka dasar, Anda bisa mulai mengenal rasio keuangan. Rasio membantu menyederhanakan hubungan antara beberapa angka dalam laporan keuangan.

Current Ratio

Current ratio membandingkan aset lancar dengan liabilitas lancar. Rasio ini dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, meskipun interpretasinya tetap perlu melihat karakter industri.

Debt to Equity Ratio

Debt to equity ratio atau DER membandingkan utang dengan ekuitas. Rasio ini dapat membantu Anda melihat struktur pendanaan perusahaan dan seberapa besar penggunaan utang dibandingkan modal sendiri.

Return on Equity

Return on equity atau ROE digunakan untuk melihat tingkat pengembalian terhadap ekuitas. Rasio ini dapat menjadi salah satu bahan analisis profitabilitas, tetapi tetap perlu dilihat bersama rasio dan kondisi bisnis lainnya.

Bandingkan dengan Perusahaan Sejenis

Angka dalam laporan keuangan akan lebih bermakna jika dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Misalnya, margin sebuah perusahaan terlihat rendah jika berdiri sendiri, tetapi mungkin sebenarnya masih berada dalam kisaran umum industri.

Perbandingan juga membantu Anda melihat apakah perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda dari pesaingnya. Misalnya, ada perusahaan yang memiliki margin lebih tinggi, tetapi pertumbuhannya lebih lambat. Ada juga yang tumbuh cepat tetapi membutuhkan modal besar.

Jadi, jangan menggunakan satu angka sebagai penentu tunggal ketika menganalisis perusahaan.

Perhatikan Catatan atas Laporan Keuangan

Jika Anda sudah mulai nyaman membaca laporan utama, jangan melewatkan catatan atas laporan keuangan. Bagian ini dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai angka yang tercantum dalam laporan.

Di sana Anda dapat menemukan informasi mengenai kebijakan akuntansi, rincian akun tertentu, transaksi penting, kewajiban, komitmen, dan informasi lain yang membantu pembaca memahami angka dalam laporan.

Memang bagian ini bisa terasa lebih teknis. Tidak perlu membaca semuanya sekaligus. Fokuskan terlebih dahulu pada catatan yang berkaitan dengan akun atau transaksi yang ingin Anda pahami.

Waspadai Angka yang Terlihat Terlalu Bagus

Jika menemukan perusahaan dengan pertumbuhan laba yang sangat tinggi, jangan langsung menganggap bisnisnya pasti sangat bagus. Cari tahu apa yang menyebabkan pertumbuhan tersebut.

Apakah berasal dari pertumbuhan bisnis utama? Apakah ada keuntungan dari penjualan aset? Apakah ada pendapatan atau keuntungan satu kali? Apakah arus kas juga menunjukkan perkembangan yang serupa?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini dapat membantu Anda menghindari kesimpulan yang terlalu cepat.

Membaca Laporan Keuangan

Belajar membaca laporan keuangan tidak harus dimulai dari istilah akuntansi yang rumit. Pemula bisa memulainya dari hal sederhana, yaitu memahami pendapatan, laba, aset, utang, ekuitas, dan arus kas.

Setelah memahami angka dasar, Anda bisa melanjutkan ke margin dan rasio keuangan. Yang tidak kalah penting adalah melihat perkembangan perusahaan selama beberapa periode dan membandingkannya dengan perusahaan sejenis.

Ingat juga bahwa laporan keuangan hanyalah salah satu bahan dalam menganalisis perusahaan. Kondisi industri, prospek bisnis, kualitas manajemen, valuasi, persaingan, dan berbagai faktor lainnya juga perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.

Jadi, tidak perlu takut melihat laporan keuangan yang penuh angka. Mulailah sedikit demi sedikit. Setelah beberapa kali membaca, Anda akan semakin terbiasa menemukan angka penting dan memahami cerita di baliknya.

FAQ Seputar Cara Membaca Laporan Keuangan

Apa yang harus dilihat pertama kali dalam laporan keuangan?

Pemula bisa mulai dari laporan laba rugi dengan melihat pendapatan dan laba. Setelah itu, lanjutkan ke neraca untuk melihat aset dan utang, kemudian periksa laporan arus kas untuk memahami pergerakan kas perusahaan.

Apakah perusahaan yang labanya naik selalu bagus?

Belum tentu. Anda perlu mengetahui penyebab kenaikan laba dan melihat apakah pertumbuhan tersebut berasal dari kegiatan bisnis utama atau faktor tertentu yang sifatnya tidak berulang. Arus kas dan kondisi bisnis juga perlu diperhatikan.

Apakah utang perusahaan selalu buruk?

Tidak. Utang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan bisnis atau ekspansi. Yang penting adalah memahami jumlah utang, struktur kewajiban, kemampuan perusahaan memenuhi pembayaran, serta hubungan utang dengan aset, ekuitas, laba, dan arus kas.

Mengapa arus kas penting dalam membaca laporan keuangan?

Arus kas membantu menunjukkan bagaimana uang benar-benar bergerak masuk dan keluar dari perusahaan. Karena laba akuntansi dan arus kas tidak selalu sama, melihat keduanya dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi keuangan perusahaan.

Apakah pemula harus memahami semua rasio keuangan?

Tidak perlu sekaligus. Mulailah dengan beberapa rasio dasar dan pahami cara penggunaannya. Seiring bertambahnya pengalaman, Anda dapat mempelajari rasio lain sesuai kebutuhan dan karakter industri perusahaan yang sedang dianalisis.

Exit mobile version