Arsip Tag: SpaceX

SpaceX siap hadirkan koneksi internet Starlink langsung ke ponsel

Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit yang dikembangkan oleh SpaceX. Teknologi ini hadir dengan tujuan untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke daerah terpencil dan kurang terlayani. Jaringan itu terdiri dari konstelasi satelit kecil orbit rendah Bumi yang bekerja sama untuk menyediakan akses internet broadband.

Pada September 2022, konstelasi tersebut terdiri lebih dari 3.000 satelit, dengan rencana untuk menyebarkan total hampir 12.000 satelit. Layanan Starlink memiliki lebih dari 500.000 pelanggan per Juni 2022, tetapi Elon Musk menginginkan lebih. Dilansir dari Gizmochina (16/12), SpaceX sedang bekerja untuk memungkinkan pengguna menghubungkan ponsel langsung ke jaringan Starlink.

Untuk menggunakan SpaceX Starlink, pengguna harus memiliki peralatan tertentu, seperti antena dan receiver. Namun, SpaceX sedang mengerjakan teknologi yang memungkinkan pengguna menghubungkan ponselnya langsung ke jaringan Starlink, menghilangkan kebutuhan akan peralatan khusus. Ini akan memudahkan pengguna untuk mengakses internet berkecepatan tinggi dari luar angkasa dan memanfaatkan kemampuan Starlink.

SpaceX telah mengajukan aplikasi ke Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) untuk melengkapi beberapa satelit Starlink generasi keduanya dengan perangkat keras “direct-to-cellular”. Ini akan memungkinkan pengguna untuk menghubungkan ponsel langsung ke jaringan Starlink, memberi mereka akses internet berkecepatan tinggi dari luar angkasa.

SpaceX telah meluncurkan 3.500 satelit Starlink generasi pertama, dan telah mendapat persetujuan dari FCC untuk meluncurkan 7.500 lebih satelit “Gen2” sebelum akhir dekade ini. Dengan perangkat keras “direct-to-cellular”, perusahaan itu berharap dapat menyediakan layanan suara, perpesanan, dan penjelajahan web dasar kepada pengguna dengan kecepatan puncak teoritis hingga 18,3 Mbps pada downlink.

Aplikasi itu merupakan langkah kunci menuju tujuan SpaceX untuk menawarkan layanan untuk ponsel melalui T-Mobile. Pada bulan Agustus, SpaceX mengumumkan rencana untuk menghubungkan dua jaringan data dalam upaya memberantas zona mati mobile di AS.

Perusahaan lain, seperti AST SpaceMobile yang berbasis di Texas, juga berupaya menawarkan layanan broadband mobile berbasis luar angkasa. Namun, konstelasi satelit SpaceX yang besar dan kemitraannya dengan T-Mobile memberikan keuntungan yang signifikan dalam perlombaan untuk menyediakan akses internet yang andal dari luar angkasa. Jika semua berjalan sesuai rencana, SpaceX dapat menawarkan jangkauan ponsel “penuh dan berkelanjutan” dengan 2.000 satelit Gen2 pada tahun 2024.

SpaceX kurangi efek astronomis satelit Starlink

Ribuan satelit Starlink telah diluncurkan ke orbit rendah Bumi oleh SpaceX. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran oleh para astronom karena satelit milik SpaceX ini ditakutkan akan ‘mengotori’ langit yang seharusnya gelap dan sunyi untuk kepentingan studi ilmiah terkait astronomi.

Namun baru-baru ini, National Science Fondation (NSF) mengumumkan telah mencapai kesepakan dengan SpaceX untuk membatasi efek tersebut. Perjanjian tersebut berfokus pada pita astronomi radio 10,6 – 10,7 GHz, dan SpaceX setuju untuk mengambil langkah-langkah seperti tidak memancarkan dari satelit ketika melewati stasiun astronomi radio utama.

Untuk diketahui, frekuensi radio adalah salah satu hal yang dipermasalahkan oleh para astronom. Satelit dirancang untuk beroperasi pada frekuensi radio tertentu, namun mereka dapat mengeluarkan radiasi di luar pita itu dalam fenomena yang disebut frekuensi berdarah.

Astronom radio harus berurusan dengan banyak kebisingan radio latar belakang dari Bumi untuk memilih sinyal redup dari objek jauh yang mereka amati, dan memiliki banyak satelit di langit membuatnya lebih sulit.

Meski tidak terikat secara hukum, tetapi perjanjuan itu menunjukkan bahwa kedua kelompok berusaha bekerja sama untuk mengaktifkan internet satelit global dan memungkinkan pengamatan astronomi tidak terganggu.

“Kami sedang menyiapkan panggung untuk kemitraan yang sukses antara usaha komersial dan publik yang memungkinkan penelitian ilmiah penting berkembang bersama komunikasi satelit,” kata Direktur NSF Sethuraman Panchanathan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari DigitalTrends.