Refresh rate dan frame rate di smartphone, apa gunanya?

Refresh rate dan frame rate di smartphone, apa gunanya?

Perbincangan mengeai smartphone sudah maju selangkah dengan munculnya layar dengan refresh rate 120Hz. Sebentar lagi, Sahabat Tek akan melihat banyak video mengenai hal itu di YouTube.

Perlu dipahami bahwa refresh rate berbeda dengan frame rate. Istilah frame rate kerap muncul dalam konteks bermain gim. Malah, frame rate menjadi salah satu patokan apakah gim tersebut dapat dinikmati dengan baik atau tidak. Tentunya, untuk mendapatkan frame rate optimal, diperlukan spesifikasi yang minimal sesuai dengan kebutuhan gim yang akan dimainkan.

Lantas, apa bedanya refresh rate dengan frame rate?
Secara singkat, refresh rate merupakan hitungan berapa kali monitor -dalam hal ini layar smartphone- memperbarui gambar di layar dalam satu detik. Contohnya, layar dengan dukungan refresh rate 90Hz akan memperbaharui gambar sebanyak 90 kali dalam satu detik, demikian pula dengan layar 120Hz.

Sementara frame rate, adalah gambar diam tunggal, yang kemudian digabungkan dalam suatu slideshow cepat dengan gambar diam lainnya. Dengan kata lain, frame rate mengacu pada ada berapa banyak gambar diam yang dimuat di layar dalam satu detik dan dijalankan dalam bentuk slideshow. Gerakan beberapa frame itulah yang nantinya akan menciptakan ilusi bergerak dari gambar yang ditampilkan di layar.

Dalam bermain gim, frame rate akan berjalan secara dinamis. Banyaknya frame gambar yang dimuat tidak selalu sama dalam setiap kesempatan, sekalipun perangkat yang menjalankannya adalah sebuah perangkat yang cukup powerful. Nah, refresh rate berbeda dari frame rate.

Jika frame rate tidak stabil, refresh rate justru punya hitungan yang tetap. Artinya, jika sebuah layar mendukung refresh rate 120Hz, layar tersebut akan terus mampu memperbaharui gambar sebanyak 120 kali dalam satu detik, tanpa adanya pengurangan. Dalam bermain gim, kedua hal ini saling berhubungan erat.

Kehadiran smartphone gaming membuka cakrawala baru di industri smartphone. Kebutuhan gim yang selama ini dipandang sebagai pelengkap, mulai menjadi salah satu unique selling point dari beberapa vendor. Tak ayal, mereka yakin untuk memasarkan smartphone gaming dengan iming-iming kemampuan luar biasa dan berbagai fitur pendukungnya. Aspek lainnya? Justru sebagai pelengkap saja. Toh ,namanya juga smartphone gaming!

Nah, dukungan layar 120Hz pada smartphone pun mulai mendapatkan panggung di dunia. Beberapa vendor mulai memberikan opsi ini sebagai salah satu nilai jual dari smartphone mereka. Beberapa mengambil segmen gaming, sementara lainnya hadir sebagai smartphone flagship. Tengok saja Asus ROG Phone II atau Black Shark 2 Pro. Keduanya menyasar segmen gaming dengan refresh rate 120Hz.

Menariknya, Samsung Galaxy S20 series juga kabarnya akan hadir dengan dukungan serupa. Demikian juga dengan Oppo Find X2.

Bukan hanya itu, vendor lain, seperti OnePlus, dan bahkan Xiaomi, juga berniat meluncurkan smartphone dengan layar 120Hz. Rumornya pun sudah beredar di internet.

Tapi asal tahu saja, refresh rate 120Hz di smartphone sebenarnya bukan dimulai baru-baru ini. Menjadi booming iya, namun mulainya sudah sejak beberapa tahun lalu. Pelakunya adalah Razer, bahkan sejak pertama kali meluncur, smartphone ini sudah membawa layar 120Hz. Itu terjadi di tahun 2017. Line up selanjutnya pun demikian. Sayang, di tahun itu, tren kamera belakang lebih dari satu masih menjadi primadona, termasuk efek bokeh masih menjadi primadona. Dengan demikian, kedigdayaan layar 120Hz tenggelam begitu saja. Toh, kebutuhannya juga belum terlalu seramai saat ini.

Punya refresh rate 120Hz, apa keuntungannya?
Di atas kertas, refresh rate tinggi akan memberikan tampilan pergerakan yang lebih halus di layar smartphone ketimbang layar dengan refresh rate 60Hz. Hal ini akan membuat pengalaman pengguna akan semakin menyenangkan ketika berselancar di smartphone, mulai dari memindahkan home screen, menggeser menu setting, konten multimedia, hingga bermain gim. Singkatnya, segala aspek di smartphone dengan dukungan layar 120Hz ini akan tampil lebih halus.

Kebanyakan smartphone saat ini hanya hadir dengan dukungan refresh rate 60Hz. Hanya beberapa yang mendukung 90Hz dan lebih sedikit lagi yang memiliki dukungan 120Hz. Sontak, kehadirannya menjanjikan pengalaman baru dalam menggunakan smartphone.

Tapi dukungan ini tidak dapat disematkan di semua smartphone. Butuh prosesor mumpuni untuk dapat mengimbangi kerja layarnya. Jadi, smartphone seperti Asus ROG Phone II, Samsung Galaxy S20 series dan Black Shark 2 Pro, serta Oppo Find X2 hadir dengan prosesor kelas tinggi.

Tidak hanya itu yang perlu diperhitungkan. Dukungan aplikasi dan konten multimedia lain, termasuk gim juga harus mendukung refresh rate 120Hz. Tanpa dukungan tersebut, refresh rate 120Hz ini akan sia-sia belaka karena hanya mentok di 60Hz saja. Dalam beberapa kasus, jika terjadi ketidak-selarasan antara refresh rate dan frame rate, maka akan timbul masalah lain.

Dalam teknologi layar, refresh rate dan frame rate ini sangat berkaitan satu sama lain. Semuanya harus berjalan selaras untuk menghasilkan tampilan terbaik. Jika ternyata refresh rate lebih tinggi dari pada frame rate, maka akan terjadi stuttering. Ini merupakan kondisi di mana gambar seolah-oleh tersendat. Sudah semestinya vendor-vendor tersebut menyediakan teknologi tambahan agar refresh rate layarnya mampu menyesuaikan dengan konten yang sedang ditampilkan, khususnya dalam bermain gim.

Bicara soal aplikasi, khususnya gim, saat ini sudah ada sejumlah gim yang mendukung refresh rate 120Hz. Artinya, jika dimainkan di smartphone dengan layar 120Hz, maka pengalaman bermainnya akan maksimal. Pergerakan menjadi lebih halus dan tentunya, lebih nyaman dipandang mata.