Prabowo-Gibran Bakal Bentuk Kemenko Khusus Urus Makan Siang Gratis, Pengamat: Ini Berlebihan

Pengamat kebijakan publik https://shop.elizabethandclarke.com/ Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menyoroti rancangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dapat membentuk Kementerian Koordinator atau Kemenko baru, tertentu untuk mengimplementasikan program makan siang dan susu gratis. Trubus menilai, rancangan itu terlalu berlebih sebab sebenarnya program ini mampu dilakukan oleh kementerian atau instansi yang udah ada.

“Ini (Pembentukan Kemenko baru) berlebihan, sebab udah ada kementerian yang tentang segera kalau Badan Pangan Nasional. Bisa ke situ. Kalau gizi kan ada Kementerian Kesehatan,” kata Trubus didalam keterangannya kepada Tempo terhadap Kamis, 22 Februari 2024.

Menurut dia, pembentukan Kemenko baru, mirip sekali tidak miliki urgensi. Selain berlebihan, kata Trubus, pembentukan Kemenko baru termasuk berpotensi untuk menaikkan jumlah anggaran yang diperlukan untuk mengurusi program makan siang dan susu gratis ini. “Kalau saya melihat, terkecuali dibentuk Kemenko baru anggarannya lebih jumbo dari jumbo yang ada, menjadi jumbo super anggarannya,” kata dia.

Anggaran yang jumbo ini pasti dapat semakin membebani negara. Apalagi, program ini termasuk selamanya ditanggung oleh APBN. Selain itu, pembentukan Kemenko baru termasuk dinilai belum pasti mampu bekerja secara efektif. Menurut dia, harus ada kajian yang masak untuk menentukan pembentukan Kemenko baru.

“Lebih baik dikaitkan bersama kementerian terkait, terkecuali anak sekolah ya ke Kemendikbud, mampu termasuk Bapanas, atau Kementerian Kesehatan. Sebenarnya tinggal diintegrasikan saja dua atau berapa kementerian,” ucap dia.

Adapun Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN), Budiman Sudjatmiko, mengklaim program makan siang dan susu gratis merupakan program paling baik dari Prabowo-Gibran. Oleh sebab itu, harus ada pendekatan tertentu untuk laksanakan program ini.

“(Program makan siang dan susu gratis) butuh pendekatan tertentu sehingga segera terlaksana, maka tidak tertutup mungkin dibentuk Kemenko tertentu utk program ini,” ujar Budiman didalam keterangannya kepada Tempo terhadap Kamis, 22 Februari 2024.

Meski demikian, Budiman memastikan terkecuali nantinya tidak mampu terbentuk Kemenko baru, implementasi program makan siang gratis dan susu gratis ini mampu dimasukan ke didalam tidak benar satu tugas dan manfaat Kemenko yang udah ada kala ini.

“Tidak harus menaikkan kementerian baru, tetapi menaikkan manfaat tupoksi dari Kemenko yang ada. Dengan manfaat utamanya soal pangan dan gizi,” kata dia.