teknologi amoled

Layar Teknologi Amoled Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya

Layar AMOLED adalah teknologi layar Slot777 yang digunakan pada banyak perangkat elektronik, mulai dari smartphone, smart tv, tablet, laptop, hingga smartwatch. Produsen memilih layar jenis ini karena tampilannya lebih bagus dan jelas.

Sebagai pengguna, Grameds harus memahami apa saja kelebihan, kekurangan, dan cara kerja layar AMOLED. Terlebih, jika kamu ingin membeli smartphone yang menggunakan layar jenis ini. Jadi, kamu tidak akan ragu mengeluarkan uang cukup banyak untuk membelinya.

Karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas serba-serbi layar AMOLED yang perlu kamu tahu.

Layar AMOLED adalah

Dalam perkembangan produk smartphone terutama Android layar AMOLED adalah jenis layar yang sering digunakan pada ponsel kategori mid range hingga flagship. Sementara itu, pada kelas entry level, layar ini terlalu mahal untuk digunakan.

AMOLED (Active Matrix Organic Light Emitting Diode) adalah layar yang memakai bahan organik panel OLED dan dibentuk dari diode yang organik. Teknologi OLED sendiri merupakan layar berpanel khusus dengan kandungan elemen organik akan memancarkan cahaya ketika dialiri listrik.

Dengan menggabungkan teknologi OLED, layar AMOLED dapat menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan komposisi warna yang tajam. Inilah alasan utama banyak produsen smartphone memakai layar AMOLED untuk produk mereka.

Salah satu produsen smartphone yang sering menggunakan layar AMOLED adalah search Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengklaim bahwa layar AMOLED pada ponsel mereka dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi cahaya secara otomatis. Maka para penggunanya akan dapat menikmati kualitas gambar yang ciamik dalam segala di mana saja dan kapan saja.

Bagian-Bagian AMOLED

Teknologi layar AMOLED terdiri dari empat lapisan, yaitu Anode Layer, Middle Organic Layer, Cathode Layer, dan Circuitry. Nah apa saja fungsi lapisan-lapisan ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

Anode Layer

Anode Layer adalah lapisan kutub positif yang berfungsi menciptakan lubang elektron. Lubang elektron ini nantinya akan membuang elektron saat layar dialiri listrik.

Middle Organic Layer

Ini adalah lapisan organik tengah yang terbuat dari molekul organik dan terdiri dari dua bagian, yakni lapisan pemancar dan lapisan penyalur.

Cathode Layer

Cathode Layer adalah lapisan kutub negatif yang berfungsi untuk menyuntikan elektron saat layar dialiri listrik. Lapisan ini sifatnya bisa transparan bisa juga tidak, tergantung jenis OLED yang digunakan.

Circuitry

Yang terakhir adalah Circuitry atau lapisan bawah yang berisi untaian. Lapisan ini berfungsi sebagai alas layar OLED. Umumnya lapisan ini terbuat dari gelas, kertas foil, plastik.

Perbedaan Layar AMOLED dan Layar OLED

Layar AMOLED adalah hasil perpaduan antara OLED dan TFT LCD yang dapat menghasilkan tampilan layar berkualitas tinggi dan mencapai titik ketebalan 1/1000. Meskipun memakai teknologi OLED, namun ternyata kedua memiliki perbedaan.

Perbedaan utama antara layar AMOLED dan OLED ada pada penggunaan strip thin-film transistors (TFT) di belakang setiap piksel nya. Transistors ini mampu membantu arus listrik bergerak lebih cepat di seluruh layar sehingga setiap piksel di layar AMOLED aktif lebih cepat.

Disamping itu, ketika dipakai di bawah sinar matahari, performa layar AMOLED jauh lebih baik daripada layar OLED karena sudah dilengkapi dengan backlight. Namun, di sisi lain, layar OLED mempunyai kontrol piksel tingkat tinggi yang mampu menghasilkan rasio kontras yang lebih baik dan lebih hemat daya.

Perbedaan lainnya ada pada kecepatan refresh, layar AMOLED mempunyai kecepatan refresh yang lebih cepat dibanding OLED.

Cara Kerja Layar AMOLED

Dilihat dari keunggulannya, bisa disimpulkan bahwa layar AMOLED adalah pengembangan dari layar OLED, ini berarti AMOLED terdiri dari piksel OLED serta TFT. Oleh karena itu, aliran piksel dapat dikontrol dengan baik ketika ditampilkan.

Umumnya, aliran piksel pada layar AMOLED dikontrol oleh dua TFT yang memiliki fungsi berbeda. TFT yang pertama berfungsi untuk memulai pengisian kapasitor serta mengakhiri pengisian.

Sedangkan TFT yang kedua menjadi penyuplai sumber tegangan sesuai dengan tingkat tegangan yang diperlukan agar layar dapat menghasilkan aliran dengan jumlah yang konstan.

Singkatnya, susunan TFT pada layar AMOLED bekerja dengan membentuk sebuah matrik yang bersumber pada elemen lapisan emode. Kemudian, terjadi aliran arus listrik di antara keduanya yang akan mengaktifkan masing-masing piksel. Setelah itu, TFT membuat piksel yang dapat menghasilkan gambar. Semua proses ini berlangsung dengan sangat cepat namun masih terlihat sangat alami.

Kelebihan dan Kekurangan Layar AMOLED

Sebagai teknologi yang populer dan diminati banyak orang, pastinya layar AMOLED memiliki kelebihan tersendiri. Lantas, apa saja kelebihan tersebut? Ini dia jawaban lengkapnya.

Kelebihan Layar AMOLED

Warna lebih cerah

Salah satu kelebihan utama dari layar AMOLED adalah kualitas tampilan warnanya lebih cerah. Apalagi jika dibandingkan dengan layar jenis LCD, jelas AMOLED menang jauh karena warnanya sangat cerah.

Misalnya, saat layar menampilkan warna putih, akan tampak sangat terang. Begitupun ketika menampilkan warna hitam akan terlihat sangat gelap.

Kemampuan ini didapatkan dari rasio kontras yang sangat tinggi dan cakupan warna yang luas. Secara umum cakupan warna layar AMOLED dapat mencapai hingga 100% dalam standar DCI-P3, dalam standar sRGB cakupannya lebih dari 100%.

Selain itu, piksel AMOLED dapat mengeluarkan cahaya serta warnanya sendiri sedangkan piksel LCD membutuhkan lampu latar dan filter warna. Struktur seperti ini membuat layar LCD mengalami penghamburan cahaya, sehingga warnanya kurang begitu pekat.

Layar AMOLED yang warnanya cerah sangat cocok untuk keperluan fotografi atau membuat konten. Temukan tips dan trik fotografi di hp dalam buku Smartphone Photography yang ditulis oleh Ariana_Arriana. Buku ini berisi tutorial dan penjelasan tentang teknik memotret memakai handphone.

Sudut pandang yang luas

Yang kedua, layar AMOLED terlihat lebih keren karena memiliki sudut pandang yang luas. Jadi ketika dilihat dari berbagai sisi, gambar di layar masih tetap ciamik. Tidak ada pergeseran warna sama sekali. Misalnya kamu ingin menonton film bareng dengan teman, kamu masih bisa melihat gambar dengan jelas dari sisi manapun.

Layar AMOLED mempunyai sudut pandang hingga 180 derajat secara horizontal maupun vertikal. Ini lebih besar dua derajat dibanding layar IPS dengan teknologi paling canggih yang mempunyai sudut pandang 178 derajat.

Konsumsi daya lebih hemat

Baik AMOLED maupun OLEd mempunyai cara sederhana untuk menghasilkan warna hitam, yaitu dengan mematikan pikselnya. Artinya, ketika menampilkan warna hitam, tidak ada aliran listrik dari transistor, sehingga konsumsi dayanya lebih rendah dibanding layar IPS.

Layar IPS akan selalu menghidupkan lampu latar untuk menampilkan semua jenis warna. Alasannya karena piksel dalam layar IPS tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri.

Beberapa pihak mengatakan kalau konsumsi daya layar AMOLED 10 kali lebih rendah daripada layar IPS. Namun demikian, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua ponsel yang menggunakan layar AMOLED otomatis menjadi hemat baterai. Sebab, yang lebih berpengaruh adalah manajemen dayanya.

Mendukung resolusi dan refresh rate tinggi

Kelebihan yang keempat dari layar AMOLED adalah kemampuannya untuk memproduksi tampilan dengan resolusi dan refresh rate yang tinggi. Suatu ponsel yang beresolusi tinggi akan memberikan tampilan yang sangat tajam, selebar apapun bentang layarnya.

Misalnya, jika layar ponselnya berukuran 6 inci kualitas tampilannya bisa mencapai 1980 x 1080 piksel (Full HD) dan 2K. Kedua resolusi ini sudah mampu memberikan tampilan yang tajam.

Selain itu, layar AMOLED juga sudah mendukung refresh rate yang tinggi. Refresh rate merupakan jumlah gambar yang ditampilkan oleh layar dalam satu detik. Artinya, jika sebuah ponsel memiliki refresh rate 60Hz, maka jumlah gambar yang ditampilkan setiap detiknya adalah 60.

Refresh rate 60Hz banyak digunakan pada ponsel pintar masa kini karena sudah cukup untuk menunjang kebutuhan sehari-hari pengguna. Ditambah, masih banyak konten yang dibuat dengan frame rate di bawah 60 fps.

Dengan layar AMOLED, kamu bisa memilih ponsel yang refresh rate-nya lebih bervariasi. Mulai dari 90Hz, 120Hz, 144Hz, 165Hz, dan yang lainnya. Imbasnya, tampilan gambar lebih smooth, termasuk ketika bermain gim.

Memiliki response time yang singkat

Kadang-kadang, pengguna kebingungan ketika membandingkan refresh rate ponsel pintar. Sebab, ada kalanya satu smartphone memiliki layar IPS dengan refresh rate 90Hz dan ada juga yang layarnya AMOLED namun refresh rate-nya 60Hz.

Jika seperti ini, mana yang harus dipilih? Tergantung kebutuhan dan preferensi. Akan tetapi, smartphone dengan layar AMOLED mempunyai response time yang lebih singkat. Dengan kata lain, layar dapat merespon sentuhan jari lebih cepat.

Faktor ini sangat berguna ketika kamu bermain gim karena aplikasi dapat mengikuti pergerakan jari kamu di layar secara maksimal. Kalau mau, kamu juga bisa belajar menggambar manga melalui ponsel berlayar AMOLED yang response time-nya cepat. Ada satu buku berjudul Trik Cerdas Gambar Manga Tanpa Guru Terampil Dan Lincah Menggambar Manga dari Ibenzani H.& fajar H yang bisa membantumu.

Lebih tipis dan fleksibel

Secara umum, konstruksi layar AMOLED cukup sederhana karena hanya terdiri dari transistor, pelat kaca, serta material organik OLED. Tanpa lampu latar maupun filter warna seperti layar LCD. Maka dari itu, ukuran layar AMOLED jadi lebih tipis.

Tak hanya itu, AMOLED juga lebih fleksibel. Layar ini bisa ditekuk secara temporer maupun permanen. Seperti yang digunakan pada search Samsung Galaxysearch Galaxy Z Fold 3 5G atau search Samsung Galaxysearch Galaxy Z Fold 4 5G. Kedua ponsel flagship dari search Samsung ini bisa ditekuk secara  temporer.

Sebelum itu, layar AMOLED sudah digunakan pada Galaxy S8 yang layar nya ditekuk secara permanen pada kedua sisi.

Mendukung pemasangan Face Recognition dan In-Display Fingerprint 

Kelebihan terakhir Layar AMOLED adalah sudah mendukung pemasangan Face Recognition (pemindai wajah) dan In-Display Fingerprint (pemindai sidik jari). Sebab struktur layar AMOLED lebih sederhana.

Karena itu, produsen dapat menyematkan komponen lain seperti pemindai sidik jari yang berbasis optik maupun ultrasonik. Ada juga produsen yang menyematkan kamera di dalam layar AMOLED atau akrab dikenal dengan istilah under display. 

Tampilan layar dengan konsep seperti ini dapat meningkatkan kepuasan pengguna karena tidak ada lagi lubang kecil di layar. Kamera hanya akan muncul ketika digunakan untuk memfoto.

Singkatnya, kamera under display ditaruh di panel layar. Lalu mengapa bisa mengambil gambar? Karena tatanan piksel layar di atasnya memang renggang sehingga cahaya dapat masuk dan kamera dapat menangkap objek.

Kekurangan Layar AMOLED

Meski memiliki banyak kelebihan, bukan berarti layar AMOLED adalah teknologi yang sempurna. Sebab jika dilihat dari beberapa sisi, ada berbagai kekurangan yang harus kamu pertimbangkan terlebih dulu.

Lebih cepat rusak

Material piksel organik pada layar AMOLED mampu menghasilkan cahaya sendiri saat dialiri oleh aliran listrik. Akan tetapi, semakin sering layarnya menyala maka semakin cepat rusak (menua).

Pada umumnya, layar AMOLED mempunyai piksel biru, hijau, dan merah. Dari ketiganya, piksel biru menjadi yang paling gampang menua karena konsumsi listriknya lebih banyak dibanding piksel hijau dan merah.

Menua di sini bukan berarti pikselnya tidak bisa menampilkan gambar sama sekali. Hanya saja, kemampuan menghasilkan kecerahan yang sama dengan piksel lain menurun. Sehingga tampilan di layar menjadi tidak rata. Kondisi ini dikenal sebagai burn-in. 

LG, sebagai salah satu produsen layar OLED memperkirakan layar yang mereka buat memiliki daya tahan hingga 100 ribu jam atau 11,4 tahun. Ini jauh lebih cepat dibanding layar IPS yang daya tahannya mencapai hingga 20 tahun.

Warna yang dilahirkan terlalu berlebihan

Karena cakupan warnanya luas, tampilan layar AMOLED terlihat jadi sangat hidup. Namun, bagi sebagian orang, tampilannya bisa jadi terlalu berlebihan. Beberapa pembuat konten ada yang tidak menggunakan layar AMOLED.

Alasannya karena ketika melakukan rendering setelah pengeditan, warna yang dihasilkan bisa jadi tidak sesuai. Kabar baiknya, beberapa produsen sudah membekali ponsel berlayar AMOLED mereka dengan setelan warna sehingga pengguna bisa menyetel layar dengan warna sRGB yang lebih natural.

Harga relatif lebih mahal

Melansir data yang dikeluarkan oleh IHS pada tahun 2018, biaya produksi ponsel berlayar AMOLED lebih mahal dibanding layar LCD. Selapis layar AMOLED dengan diagonal notch 5,9 inci menghabiskan biaya produksi USD28,18 atau sekitar Rp434.761 (kurs 03 Desember 2022).

Sedangkan layar LCD dengan bentang 6 inci menghabiskan biaya produksi USD18,41 atau sekitar Rp438.309 (kurs 3 Desember 2022). Meski begitu, bisa jadi di masa depan biaya produksi layar AMOLED menjadi lebih murah.